Postingan

Back Again

Gambar
Hallo, Again!  Hahahaha, i know, it's been 3 years! lama buanget ya ga nulis apa2 di blog ini. Mungkin pikiran terdistraksi dengan berbagai sosial media kali ya, jadi males gitu buat nulis. Apa kabar dunia blog? apa kabar Arillia? i miss your writing. What's the update? Hahaha. Aneh yak, cm berasa canggung aja nulis lagi gitu di Blog.  Banyak hal yang berubah di 3 tahun ini pastinya. Travelling Saya agak jauhan, akhirnya ketemu mobil, baju dan trophy2 Schumacher, menjelajah benua biru yang bangunan-bangunannya membuat decak kagum selalu, dan.... Resign dari Astra... I'm moving back to East Java! yes,  sudah 1 tahun lebih Saya meninggalkan Jakarta. Yap, city of a dremer, like me! Decision yang ga mudah pastinya. Trus apa alasannya? entahlah, semakin tidak jelas memang. Yang pasti saat itu Saya ngerasa bahwa keputusan ini harus Saya ambil sih. Jadinya seperti apa? bahagia dengan keputusan itu? atau menyesal? entahlah....  Btw satu pertanyaan yang jadi keharusan ...

Ketika Saya Tidak Bersyukur

Gambar
"Kamu itu jauh lebih beruntung dibandingkan banyak orang di sekitarmu". Ucapan ini pastinya sering banget kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik dari Keluarga, Sahabat, orang-orang yang menyebut dirinya sebagai motivator, ataupun dari "seseorang" yang berada jauh di lubuk hati kita sendiri. Saya sering juga menemui orang-orang yang berhasil menerapkan ucapan tersebut untuk membuat dirinya bersyukur atas segala apapun yang dia dapatkan saat ini. Namun pertanyaannya, apakah mereka benar-benar merasa bersyukur? tanpa timbul suatu pertanyaan2 manusiawi lainnya? hanya mereka dan Tuhan yang tau pastinya. Dokumentasi : Istimewa Berbicara mengenai bersyukur, Saya teringat cerita seorang teman dahulu. Tuhan itu memberikan rizki dalam berbagai bentuk. Yang paling terlihat sih pastinya dalam hal materi ya, namun di luar itu terdapat berbagai jenis yang lainnya, seperti kesehatan, ketentraman jiwa, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk keluarga yang ber...

2017 : My Turning Point

Gambar
Ga terasa bentar lagi tahun 2017 sudah berlalu. Berbicara mengenai tahun 2017, tahun 2017 bisa dibilang rada complicated buat saya (ah, kata temen2 mungkin "apa yang ga complicated sih buat Aril?", hahaha) but seriously, it’s more complicated than the previous year honestly . Dan sebenarnya inilah yang saya cari. Mungkin. Doc : Istimewa Sebenarnya kisahnya berawal sejak akhir 2016. Waktu itu, Saya merasa 2016 bukan salah satu tahun yang menggembirakan buat saya. Bukan jelek sih, cm personally buat saya berjalan biasa saja. Tidak ada keputusan-keputusan yang berarti, tantangan yang mengasah adrenalin atau berasa berjalan dengan sia-sia.  Hidup berjalan mulus tanpa rintangan-rintangan yang berarti. Perpaduan bosan, merasa tidak berguna, dan jalan di tempat dalam apapun yang sedang saya lakukan saat itu. Buat sebagian besar orang, kondisi ini sebenarnya tidak ada masalah. Sebagian lagi berpikir, mungkin  ini saatnya untuk hidup dengan santai-santai saja. Tapi ...

The Person inside Us

Gambar
“We were born to love! We were born to love. We were not born to suffer. The 20th century that has been created by irresponsible adults is filled with conceit and deceit.  We were not born to suffer. There are times when we will meet people who are heartless and we will feel like hitting then from behind. But we were not born to hurt others. There are times when we will meet people who are heartless, and we will feel insecure or stifled. But we were not born to be hurt by others.  Sometimes, we create another person inside us. Perhaps that is just a way of escaping from pain and suffering. Perhaps we are only preparing ourselves to escape. Shutting ourselves in our home and running to another place, in order to talk to that other person, the friend inside us. That is why no one is ever alone. Everyone of us has a friends, the other person inside us. There are times when we think that friend is bad company, that he is cowardly and cruel. But in reality, it is diffe...

Sebuah Review - Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Gambar
Cerita Marlina ini sederhana, saking sederhananya malah bikin istimewa. Tentang seorang janda yang dirampok dan diperkosa. Ceritanya dikemas dalam 4 babak yakni Perampokan, Perjalanan, Pengakuan, dan Kelahiran seakan2 memberikan makna tentang bagaimana berjuang dalam menegakkan keadilan. Tontonan yang Segmented sih, ga semua orang bs menikmatinya, dikemas ala teatrikal gitu. Apalagi studio sebelah sedang ramai2nya mengeluarkan 6 jagoannya. Marlina, cm sendiri (oh mungkin dibantu sahabatnya, Novi) namun kekuatannya... begh! Jadi kalo males antri nonton 6 jagoan, boleh lah ke studio yg menayangkan ini. Ah jangan nunggu males lah, Segerakan nonton film ini dlu. 6 jagoan mah masih bs nunggu. Yang ini? Yang membuatnya lama di bioskop adalah kita. Sumpah, kalian ga bakal rugi. Film ini membawa pesan kekuatan kaum wanita. Ketika para pria terlihat gusar dan takut, justru para wanitanya yang kuat seperti baja. Acting Marsha Timothy juarak! Apalagi Novi yg cukup menarik perhatian. Egi F...

Posesif (Film Review)

Gambar
Ketika pertama kali mendengar tentang proyek film ini, terus terang saya amat sangat tertarik. Udah nebak sih jalan ceritanya bakal kyak gimana, apalagi ketika tahu kalo film ini di sutradari oleh Edwin, Salah satu sutradara yang filmnya selalu saya tunggu2. Selama ini kita yang tau dan pernah nonton film Edwin sebelumnya, pasti paham kalo ini film Pop/komersil pertama dia, dan pastinya akan sangat menantikan bakal jadi apa karyanya ini. Saking penasarannya, ketika novel yang berdasarkan skenario film ini terbit sekitar sebulan sebelum film release bikin saya langsung mampir ke Gramedia dan langsung baca di malam harinya. Seperti diduga sebelumnya, ceritanya tentang "Cinta Monyet" anak SMA gitu deh, plus bagaimana mereka mencari jati diri, mengejar mimpi dan ga afdol jg kalo ga dibumbui dengan persahabatan. Wait, ga cuma itu. Tapi juga tentang hubungan dengan keluarga yang dapat membentuk kepribadian setiap manusia yang ada di dalamnya. Bagian terakhir inilah yang me...

Tentang Menolak Tua (?)

So, gini... saya mau bikin review tapi sekaligus model confession gitu. Hahahaha. Sebelum kalian lanjut baca, ada beberapa warning yang ingin saya sampaikan di sini, yakni : 1. Dilarang nge-judge! 2. Dilarang ngakak! 3. What happened in blog stay in blog, or you can text me by private message. Intinya sih ga boleh nge judge. hahaha. Oke gini. Bisa dibilang saya ini rada idealis anaknya. Sangat idealis sih kalo kata beberapa orang. Misalnya atas film yang ditonton atau musik yang didengarkan. Ya intinya kalo ga suka ya ga suka gt. Kadang taste film dan musik yang saya nikmati pun rada beda jauh dengan yang biasa orang lain dengar. Tapi... hmmm... pada suatu waktu, ada turning point yang menyebabkan selera saya berubah dan bikin gedubrak banyak orang. Sering sih, tapi ga diketahui oleh banyak orang, kalo temen deket sih biasanya paham. Turning point ini menurut mereka biasanya disebut "waktu Aril sedang ALAY!" Wait, sebenarnya bukan masalah Alay sih, ye...